Latar Belakang
APTIKOM (Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer) merupakan sebuah organisasi yang dibentuk sebagai wadah untuk menghimpun dan mempersatukan institusi penyelenggara pendidikan bidang informatika dan komputer baik PTN/PTS se-Indonesia untuk menjawab kebutuhan, tantangan maupun perubahan yang terjadi dalam perkembangan Informatika dan Komputer.
Potensi besar yang dimiliki Aptikom yang saat ini terdiri dari 620 Perguruan Tinggi penyelenggara bidang informatika, 1431 program studi, dan memiliki student body 300,000 mahasiswa. Dengan jumlah yang begitu besar, ada harapan serta potensi yang harus digali agar keberadaan program studi Informatika dan Komputer mampu memberikan kontribusi terhadap pembangunan Ideologi, Politik, Sosial, Budaya maupun Hankam ke arah yang lebih baik terhadap negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sebagai organisasi yang dinamis dengan jumlah anggota yang memiliki potensi yang sangat besar perlu membangun kekuatan melalui kesadaran dan memupuk kebersamaan agar terjadi sinergi dengan kekuatan yang dimiliki masing-masing perguruan tinggi. Dengan keragaman pola yang dimiliki masing-masing program studi tentunya juga akan menghasilkan pemahaman serta produk yang beragam dalam penyampaian pendidikan Informatika dan Komputer. Misalnya ditunjukkan dengan muatan kurikulum lokal yang memiliki prosentasi yang semakin tinggi.
Walaupun Aptikom tidak berkepentingan dalam mengatur kewenangan internal seperti ini, namun sebagai asosiasi memiliki tanggung jawab dalam memberikan arahan maupun panduan. Asosiasi memberikan wadah bagi terjadinya proses sharing para akademisi untuk menciptakan tatanan keilmuan yang harus memiliki akar yang kuat serta memberikan arah implementasi yang terarah sehingga menciptakan anak didik yang memiliki pemahaman keilmuan yang kuat pula.
Perwujudan langkah dari semua cita-cita luhur ini dimulai dengan melakukan koordinasi dan membangun persepsi yang sama terhadap asosiasi dengan penyelenggaraan Rakornas. Banyak isu-isu penting yang perlu dibicarakan bersama dalam Rakornas, mulai dari bentuk organisasi, kurikulum, Kompetensi lulusan, gelar akademik informatika dan komputer, konten pendidikan, kerjasama, program kerja serta isu-isu lain yang terkait.
- Organisasi, dalam hal ini perlu dibicarakan mengingat begitu luasnya wilayah serta banyak dan beragamnya bentuk program studi yang ada, sehingga diperlukan pola pengorganisasian yang tepat sehingga setiap elemen organisasi merasakan tanggung jawab dan dapat memberikan kontribusi yang sama.
- Konten pendidikan, melalui keragamannya yang diberikan setiap program studi, diperlukan pola pemahaman yang sama terhadap akar keilmuan informatika dan komputer. Wujudnya mungkin saja berupa pola dan pemahaman yang mendalam terhadap proses pembentukan sebuah kurikulum.
- Kurikulum yang dibangun akan memberikan warna terhadap produk yang dihasilkan oleh program studi. Dapatkah produk yang dihasilkan dimengerti atau bahkan diakui oleh stake holder? Misalnya dalam hal ini pengguna? Jika masih rancu, inilah tantangan yang perlu dicarikan solusi bersama melalui asosiasi.
- Kompetensi lulusan masih sangat beragam dan belum terstandarisasi.
- Gelar akademik informatika dan komputer saat ini sangat beragam dan menimbulkan perpsepsi yang berbeda antara kalangan akademik dan industri yang terkadang sangat merugikan bagi para alumni.
- Kerjasama, diperlukan pola pemahaman akan pendidikan informatika dan komputer ini bukan hanya oleh para akademisi perguruan tinggi, namun diharapkan setiap strata pendidikan mulai dari pendidikan dasar dan menengah memiliki sinergi yang baik dalam penyampaian konten pengajaran. Kerjasama juga perlu dilakukan dengan mempererat hubungan dengan stake holder, mulai dari dunia industri, regulator bahkan dengan asosiasi profesi lainnya.
- Metode Pembelajaran (Soft Skill), perlunya menanamkan nilai-nilai skill (ketrampilan) pada para lulusan bidang informatika dan Komputer.
Masih banyak tantangan yang perlu dihadapi, melalui kontribusi semua elemen Aptikom dan melalui Rakernas inilah salah satu wujud partisipasi serta pemikiran bersama untuk menjawabnya.
Supported By :

Official Media Partner :
